AIR MATA LEBARAN
Hari lebaran adalah hari dimana seluruh umat
islam bersuka cita untuk merayakan kemenangannya , tapi berbeda dengan aku .
Bagiku , hari lebaran adalah hari yang tidak
perlu dirayakan karena memang tidak ada kemenagan dan kegembiraan yang
harus dirayakan .Walaupun aku menang karena aku berhasil mengalahkan
godaan syetan selama 1 bulan tapi itu tidak berarti apa-apa bagiku . Bagiku
,lebaran itu tidak memerlukan pakaian baru , tidak memerlukan banyak kue ,
karna bagiku lebaran itu hanyalah mengungkit sebuah ingatan yang ingin aku
lupakan tetapi ingatan itu tidak boleh aku lupakan .
Ayahku , yang sosoknya belum begitu lekat
diotakku karena ia meninggalkanku di usia yang sangat dini , usia dimana aku
belum mengetahui apa itu kematian.ayahku meninggalkanku sehari sebelum hari
lebaran 2002.
Semejak tahun itu , hari lebaranku berubah
menjadi hari-hari yang tidak menyenangkan , waktu lebaran tiba kegiatanku
adalah ziarah ke makam ayahku yang tidak begitu jauh dari rumahku , aku tidak
kuat untuk berada lama-lama di dekat makam ayahku , karna pasti aku tidak akan
bisa menyembunyikan air mataku dari keluarga-keluargaku yang lainnya , setiap
aku ziarah ke makam ayahku muncul rasa penyesalan dari dalam dadaku ini ,
mengingat waktu ayahku meninggal ,aku belum mengerti apa-apa , bagaimana bisa
ketika ayahku meninggal aku tidak meneteskan air mata , “anak macam apa aku
ini”.walaupun aku bisa menahan air mataku di depan makam ayahku ,tapi aku tidak
bisa untuk tidak meneteskan air mata itu , sesampainya dirumah aku langsung
masuk kamar dan mengatakan aku akan tidur tapi sebenarnya di dalam kamar yang
aku lakukan adalah melampiaskan kesedihanku dengan mengeluarkan air mataku
sebanyak-banyaknya.
Aku masih ingat wajah ayahku , ayahku itu sangat
tinggi , putih , tampan ,dan juga baik .waktu aku masih kecil ,aku paling tidak
suka di cium oleh ayahku karena kumisnya yang tajam – tajam itu .
Ayahku juga sangat pemarah , pernah kami sedang
bergotong royong dirumah , kemudian waktu ayahku menyuruhku untuk mengambil
gergaji tapi aku tidak mendengarkannya , aku langsung di lempar dengan jeruk
lemon oleh ayahku , walaupun lemparan jeruk lemon itu tidak mengenaiku tapi aku
langsung menangis dan meninggalkan ayah dan langsung berlari kepelukan ibuku.
Setelah ayahku memarahiku, ayahkupun langsung
meminta maaf kepadaku , lalu di mengajakku untuk bermain ke pasar , di pasar
aku meminta ayah untuk membelikan aku sebuah sepatu yang harganya lumayan
mahal dan ayahpun membelikannya.
Sesampainya dirumah ibupun melihat belanjaan kami
dan bertanya ,mana belanjaan untuk didi?
Ibupun marah ,karena ayah tidak membelikan sepatu
juga untuk didi, karena ibu ingin ayah menjadi ayah yang adil.
Selama 7 tahun hidup dengan ayah , hanya itulah
kenangan yang masih terukir di benakku , terkadang aku ingin kembali kemasa
lalu , agar aku bisa hidup lebih lama dengan ayahku , karena tidak memiliki
sosok seorang ayah sangatlah tidak menyenangkan . Teman sekelasku bercerita
bahwa kerjaannya hanya bercanda dengan ayahnya dan ayahnya juga mendukung dia
dalam segala hal yang di sukai anaknya , aku iri kepada mereka yang memiliki
ayah seperti mereka , ya allah andai saja kau memberikan kesempatan untuk
ayahku hidup kembali ,aku akan sangat berterima kasih ya alllah .tapi aku tau itu tidak mungkin , jadi tolong jaga
ayahku dan lindungilah dia disisisMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar